Diagnosis dan Epidemiologi Hepatitis B

A. Diagnosis Hepatitis B

Dibandingkan virus HIV, virus hepatitis B (HBV) 100 kali kuat dan 10 kali lebih banyak virus dan penularannya. Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif lebih dari 6 bulan di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi.

Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT lebih dari 10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan unuk diagnosis dan evaluasi infeksi hepatitis B kronis adalah HBsAg, HBeAg, anti HBe, dan HBV DNA (4,5).

Gambar : Diagnosis virus hepatitis B

B. Epidemiologi Hepatitis B

Virus hepatitis B ini merupakan salah satu virus yang hepatitis yang cukup berbahaya dan harus diawaspadai, karena virus hepatitis B ini lebih cepat penularannya dan sudah banyak orang yang teridentifikasi dan terjangkit hepatitis B ini. Virus hepatitis B ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi organ hati bahkan sampai menimbulkan bahaya resiko pada kanker hati. Penyebaran dan penularan virus hepatitis B ini dapat melalui kontak langsung dengan darah, hubungan seksual, seorang yang sedang dalam masa kehamilan yang sudah teridentifikasi memiliki hepatitis B.

Penyebab dan bentuk penularan bervariasi di setiap negara di dunia, sekitar 45% penduduk yang hidup di dunia memiliki resiko lebih tinggi, yang dikelompokkan dimana 8% dari total penduduk di dunia memiliki hasil positif terhadap HBsAg (utama antigen pada permukaan HBV dari amplop virus). Selain itu 43 % lainnya dari total penduduk di dunia memiliki tingkat resiko yang lebih sedang yakni 2-7% dari total penduduk yang memiliki HBsAg positif. Kemudian ada 12 % dari total penduduk di dunia yang memiliki tingkat resiko lebih rendah yakni kurang ari 2 % dari total populasi HBsAg positif.

Bagan pembagian seseorang yang memiliki resiko terjangkit virus hepatitis B

Semua orang yang hidup di dunia memiliki resiko untuk tertular virus hepatitis B sekalipun mereka memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat dan baik, tergantung bagaimana perilaku dan kebiasaan serta pola hidup dan pola makan yang di bangun sebagai salah satu upaya pencegahan dari tertularnya virus hepatitis B.

Mereka yang memiliki resiko tertular hepatitis B seperti : para pengguna obat-obatan terlarang, heteroseksual yang aktif secara seksual, homoseksual, bayi atau anak-anak yang tinggal di daerah yang memiliki resiko tertular hepatitis, bayi yang baru lahir dari rahim ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis, penderita hemofilia, para pekerja yang bekerja di bidang atau lembaga kesehatan seperti pendonor, mereka yang memiliki lebih dari 1 pasangan dsb.

Bagan pembagian seseorang yang memiliki resiko terjangkit virus hepatitis B dilihat dari perilaku

Selain itu mereka yang suka melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman seksual atau kondom, penggunaan jarum suntik bersamaan atau bergantian, sikat gigi yang digunakan bersama, pisau cukur yang sudah lama tidak diganti, kontak langsung dengan darah dsb. Penyebab-penyebab tersebutlah yang menjadi faktor utama dari menyebar luas dan berkembangnya virus hepatitis secara cepat yang kemudian berakibat pada kerusakan organ tubuh yang sangat vital yakni hati. Bila seseorang telah teridentifikasi terjangkit virus hepatitis B maka diperlukan masa inkubasi virus 6 minggu sampai 6 bulan dan hanya 33-50 % yang menyerang anak-anak dan remaja atau dewasa muda. Namun hal yang paling membahayakan adalah ketika pembawa virus hepatitis B yang memiliki resiko tinggi yang berkembang menjadi sirosis hati (kerusakan fungsi hati kronis) dan kanker hati ( hepatocellular carcinoma).

Di benua Amerika bagian utara, memiliki darerah yang beresiko relatif rendah dibanding wilayah pada bagian negara Amerika selatan dan benua Afrika yang memiliki resiko lebih tinggi, ada sekitar 140.000-320.000 orang per tahunnya yang terinfeksi virus hepatitis B dan hanya 70.000-160.000 orang yang terinfeksi simtomatik. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis B ini mendapat rawatan inap hingga mencapai 8.400-19.000 orang per tahunnya dan hanya 140-320 orang atau sekitar 0,2 % yang meninggal akibat virus hepatitis B ini.

Dari data tersebut di dapat sebuah kesimpulan sekitar 8.000-32.000 orang atau setara dengan 6-10 % yang menjadi pembawa virus hepatitis kronis ini dan diperkirakan ada 5.000-6.000 orang yang meninggal per tahunnya akibat dari komplikasi yang disebabkan oleh infeksi HBV kronis. Secara keseluruhan ada sekitar 1-1.250.000 orang yang terinfeksi khususnya di wilayah Amerika Serikat.

Di Indonesia penderita hepatitis cenderung lebih rendah dibanding di Amerika Serikat, meski di Indonesia masih memiliki resiko yang cukup tinggi terjangkit virus hepatitis yang didukung oleh keadaan iklim yang tidak menentu, masih banyaknya pergaulan bebas dan penyalah gunaan obat-obatan terlarang, namun masih ada yang peduli dengan kebersihan diri dan lingkungan sehingga masih dapat memperkecil memungkinkan Indonesia terjangkit virus hepattiis B dengan  tingkat resiko lebih rendah.

Diagnosis dan Epidemiologi Hepatitis B

garis

Cara Pemesanan Obat Hepatitis

Obat Hepatitis Untuk Membantu Pengobatan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati

Harga Obat Hepatitis

Obat Hepatitis Tradisional, Bagus dan Aman

Obat Hepatitis Tradisional, Bagus dan Aman

Harga Obat Hepatosip 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)garis

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket Hemat obat hepatitis tradisional

Paket Hemat obat hepatitis tradisional

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Hepatitis:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Hepatosip Obat Hepatitis, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

Posted in Diagnosis dan Epidemiologi Hepatitis B | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Diagnosis dan Epidemiologi Hepatitis B

Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis G

Penjelasan Penyakit Hepatitis

Hepatitis atau yang biasa disebut dengan penyakit kuning ini merupakan bagian dari penyakit yang menyebabkan peradangan pada fungsi organ hati dan berakibat pada kerusakan fungsi hati. Hepatitis memiliki banyak jenis atau tipe dengan beragam gejala, penyebab dan cara penyembuhannya.

Gambar : Virus hepatitis A, B, dan C yang dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati

Berikut ini adalah ulasan seputar jenis-jenis hepatitis, antara lain :

1. Hepatitis A

Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan melalui feses manusia yang diakibatkan kesalahan dalam mengkonsumsi suatu jenis makanan dan minuman. Virus hepatitis A atau VHA penyebarannya melalui pembuangan limbah manusia yang dilatar belakangi oleh keadaan lingkungan dan sanitasi yang kurang baik dan bersih. Hepatitis A ini masih tergolong jenis hepatitis yang ringan dan dapat disembuhkan dengan pemberian vaksinasi, lamanya penyakit ini berlangsung 2-6 minggu.

Gejala-gejala yang ditimbulkan dari Hepatitis A ini, adalah :

a. Mengalami demam
b. Tubuh cepat merasa lemah, letih, lesu dan mudah capek
c. Sebagian diantaranya ada yang mengalami rasa mual dan muntah
d. Penurunan nafsu makan yang kian hari kian menurun
e. Berat badan yang semakin berkurang

Hepatitis A dibagi menjadi 3 stadium. Prodromal dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan, dan mual. Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik), dan stadium kesembuhan (konvalesensi), namun stadium dengan gejala kuning jarang ditemukan. Akan tetapi untuk memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT dan SGOT. Karena pada hepatitis A juga bisa terjadi radang empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan alkali fosfatase dapat dilakukan disamping kadar bilirubin.

Masa pengasingan yang disarankan adalah selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. Jangan terlalu banyak aktivitas. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan perorangan seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu. Orang yang dekat dengan penderita mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dengan bentuk sendiri/havrix atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B (twinrix).

Imunisasi hepatitis A dilakukan 2 kali yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian. Imunisasi hepatitis A dianjurkan bagi orang yang memiliki potensi terinfeksi seperti penghuni asrama dan mereka yang menggunakan obat-obat terlarang.

2. Hepatitis B

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), suatu anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kerusakan fungsi hati dan kanker hati.

Penyakit hepatitis ini mula-mula banyak terjadi di negara Asia dan Afrika kemudian penyakit ini mulai merambah samapi ke Tiongkok dan berbagai negara Asia lainnya termasuk Indonesia. Penyebab penyakit hepatitis B ini tidak hanya dikarenakan oleh virus dari hepatitis B, banyak faktor penyebab dari hepatitis B seperti keracunan obat dan berbagai efek samping zat kimia yang mungkin terdapat dalam jenis makanan, minuman dan jenis obat-obatan tertentu seperti karbon tetraklorida, chlorpromazine, chloroform, arsen, fosfor dan zat-zat lain yang banyak sekali digunakan obat dalam industri modern bisa juga menyebabkan hepatitis. Zat-zat kimia ini mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap oleh darah dan kulit penderita. Organ hati yang kita ketahui berfungsi sebagai organ tubuh yang dapat menetralisir segala macam racun yang berada di setiap jaringan darah.

Namun jika organ hati sudah terinfeksi dan teridentifikasi racun dan virus seperti hepatitis B ini maka fungsi organ hati akan terganggu dan tak mampu lagi menetralkan racun. Hal ini disebabkan virus hepatitis B ini 100 kali lebih kuat dan virus 10 kali lebih banyak dibanding dengan virus HIV yang sifatnya sama-sama menular.

Gejala dari hepatitis B ini umumnya sangat ringan dan hampir menyerupai gejala pada hepatitis A, seperti :

a. Kehilangan selera makan
b. Mulut terasa pahit
c. Rasa mual ingin muntah
d. Demam ringan
e. Terkadang disertai rasa nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas
f. 1 minggu setelah diatas muncul dan dirasakan, kemudian akan timbul gejala lanjutan seperti bagian putih pada mata akan berubah warna menjadi kuning, perubahan kulit tubuh tampak kuning
g. Warna air seni juga terlihat agak kuning seperti warna air teh.

Gambar : Urutan pada kerusakan fungsi organ hati

Ada 3 kemungkinan yang dapat terjadi dari gejala diatas, yang akan terjadi pada diri seseorang yang memang teridentifikasi terjangkit virus hepatitis B, seperti :

a. Kemungkinan pertama, jika tubuh memiliki sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang cukup kuat dan baik, maka tubuh dan segala organ tubuh lainnya yang masih aktif akan berusaha melawan dan membersihkan virus hepatitis, sehingga memungkinkan penderita menjadi sembuh.

b. Kemungkinan kedua, jika sistem imunitas tubuh rendah dalam arti tidak cukup kuat dan kurang memiliki pertahanan yang baik. Dalam arti tubuh memiliki imunitas yang cukup baik tetapi tidak aktif untuk melawan virus, ketika pertahanan tubuh menurun, virus akan aktif. Seseorang yang terjangkit virus akan dikatakan sebagai carrier atau pembawa virus inaktif.

c. Kemungkinan ketiga, jika tubuh memiliki 2 sifat intermediate atau 2 sistem pertahanan tubuh, seperti mudah terjadi perubahan pada sistem imunitas tubuh yang terkadang kuat dan terkadang lemah. Maka virus hepatitis B ini akan semakin berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Sebagai pencegahan dari berkembangnya virus dan pengobatan awal upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian imunisasi hepatitis B yang dilakukan 3 kali, yakni dasar, 1 bulan dan 6 bulan kemudian.

3. Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Infeksi virus ini dapat menyebabkan peradangan hati (hepatitis) yang biasanya asimtomatik. Virus ini menyebar melalui kontak darah. Gejala pada hepatitis C ini dapat ditangani secara medis dan prorposi pasien dapat dibersihkan dengan jangka panjang. Seseorang yang mengalami infeksi virus ini sering mengalami gejala ringan dan sebagai sebab tidak melakukan perawatan. Diperkirakan 150-200 juta orang di dunia terinfeksi hepatitis C.

4. Hepatitis D

Virus hepatitis D atau virus Delta adalah virus yang unik yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularanmnya melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah, Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

5. Hepatitis E

Virus hepatitis E ini merupakan penyebab dari timbulnya penyakit hepatitis E. Penyebarannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus. Gejala-gejalanya adalah demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, sakit perut, air seni berwarna kuning tua, serta timbul warna kekuningan pada kulit dan mata. Hepatitis E ini akan semakin parah dan perlu diwaspadai terutama pada ibu yang sedang dalam masa kehamilan pada usia kandungan 3 bulan terakhir. Masa inkubasi virus asalah 40 hari (rentang 15-60 hari).

6. Hepatitis G

Hepatitis G adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan. Penyebarannya adalah virus hepatitis G yang menyerupai dengan virus hepatitis C. Penularannya melaui kontak darah dengan pasien. Gejalanya sama dengan jenis hepatitis lainnya.

Tidak ada perawatan khusus untuk hepatitis G ini. Hanya saja disarankan untuk istirahat yang cukup, menghindari minuman alkohol, dan konsumsi makanan dengan kandungan nilai gizi dan nutrisi yang seimbang. Tak lupa tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis G

garis

Cara Pemesanan Obat Hepatitis

Obat Hepatitis Untuk Membantu Pengobatan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati

Harga Obat Hepatitis

Obat Hepatitis Tradisional, Bagus dan Aman

Obat Hepatitis Tradisional, Bagus dan Aman

Harga Obat Hepatosip 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)garis

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket Hemat obat hepatitis tradisional

Paket Hemat obat hepatitis tradisional

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Hepatitis:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Hepatosip Obat Hepatitis, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

Posted in jenis - Jenis Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Hepatitis D, Hepatitis E, Hepatitis G

Hepatitis

Penyakit hepatitis atau yang lebih dikenal dengan penyakit kuning sebenarnya merupakan peradaban dari penyakit yang diakibatkan dari peradangan organ hati (liver) yang disebabkan oleh banyak faktor. Faktor penyebab dari penyakit hepatitis ini adalah adanya infeksi virus yang dari tiap tipe hepatitis, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, penyakit autoimun, komplikasi dengan penyakit lainnya, efek samping yang timbulkan dari reaksi obat-obatan kimia maupun medis.

Mengapa penyakit hepatitis disebut dengan penyakit kuning, hal ini disebabkan adanya gejala yang timbul pada perubahan warna kulit tubuh menjadi kuning, kuku dan bagian putih bola mata. Peradangan pada sel-sel organ hati sehingga dapat mengakibatkan kerusakan fungsi hati dan terjadi kegagalan keoptimalan kerja dari fungsi hati (liver) yang dapat berakibat pada kematian.

Hepatitis yang merupakan penyebab awal dari timbulnya penyakit gangguan fungsi hati (liver). Pengobatan penyakit hati (liver) dapat dilakukan pembedahan dengan jalan mencangkok/transplantasi organ hati (liver) untuk mengganti organ hati yang rusak atau tidak berfungsi. Namun mengingat biaya yang dibutuhkan cukup mahal dan tingkat keberhasilan dari cangkok hati ini belum dipastikan secara pasti dan keberhasilan pencangkokan hati sangat kecil persentasenya.

Gambar : Virus dari tipe atau jenis hepatitis dari hepatitis A, B, dan C yang merupakan virus penyebab kerusakan fungsi organ hati.

Penyakit hepatitis telah menjadi masalah penyakit yang cukup serius. Diperkirakan ada sebanyak 400 juta jiwa di dunia yang teridentifikasi penyakit hepatitis B kronis total dari seluruh penduduk negara di belahan dunia. Setiap tahunnya diperkirakan ada 1 juta orang meninggal karena penyakit hepatitis yang disebabkan karena virus hepatitis B (VHB) dan sebanyak 170 juta jiwa di seluruh negara di dunia menderita penyakit hepatitis C.

Di Indonesia sendiri kasus penyakit hepatitis ini mencapai 11 juta jiwa dari total keseluruhan penduduk Indonesia yang kebanyakan adalah mereka para penderita hepatitis B. Di Indonesia penyakit hepatitis ini banyak melanda warga miskin dengan latar belakang pendidikan, ekonomi yang rendah serta keadaan lingkungan dan tempat tinggal yang masih jauh dari kata bersih, sistem sanitasi yang kurang baik, pola makan yang tidak teratur, masalah gizi keluarga yang tidak terpenuhi dengan baik dan seimbang, penyakit menular yang semakin mengintai dan banyak faktor lainnya yang dapat memungkinkan adanya penyebab dari timbul keberagaman penyakit menular dan berbahaya, seperti salah satu contoh adalah Penyakit Hepatitis.

Gambar: Penyebaran virus hepatitis pada tubuh manusia

Dari sekian banyaknya jumlah penduduk di Indonesia khususnya Jakarta yang merupakan Ibukota negara yang selalu dipadati dengan berbagai macam aktivitas, hiruk pikuk jakarta, tingkat polusi yang semakin meningkat tajam, dan tata kota yang semakin semrawut memunculkan stigma bahwa 1 dari 20 orang di Jakarta terjangkit hepatitis B dan C yang merupakan salah satu jenis hepatitis yang dapat menyebabkan kematian setelah kanker.

Di Indonesia diperkirakan kasus dari penderita yang mengidap penyakit hepatitis C ini mencapai 0,5 – 4 % dari total keseluruhan penduduk di Indonesia atau setara dengan 1,1-8,8 juta jiwa dari total penduduk yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 220 juta jiwa. Jumlah tersebut akan semakin meningkat apabila upaya dari pencegahan tidak dilakukan sedini mungkin melalui penyuluhan maupun pemeriksaan yang lebih lanjut dan bagi masyarakat awam yang tidak mengetahui secara pasti apa itu hepatitis dan bagaimana gejala yang ditimbulkan. Pembawa virus hepatitis B dan C ini juga memungkinkan potensi penyebaran semakin luas.

Hepatitis

garis

Cara Pemesanan Obat Hepatitis

Obat Hepatitis Untuk Membantu Pengobatan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati

Harga Obat Hepatitis

Obat Hepatitis Tradisional, Bagus dan Aman

Obat Hepatitis Tradisional, Bagus dan Aman

Harga Obat Hepatosip 1 Botol Isi 60 Kapsul = Rp.145.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)garis

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Paket Hemat obat hepatitis tradisional

Paket Hemat obat hepatitis tradisional

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.580.000 Jadi Rp.435.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.145.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

cara-pemesanan-cepat

Cara Pemesanan Cepat Obat Hepatitis:

SMS ke 0818-0773-0772 , tuliskan : Pesan Hepatosip Obat Hepatitis, Jumlah Botol yang dipesan atau Beli Berapa Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda, Alamat Kirim Lengkap dan Pembayaran Via Bank Apa

Posted in Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Hepatitis